Gubernur Khofifah : Warga Jatim Diharapkan Sholat Id di Rumah Saja

SURABAYA (Suarapubliknews) – Momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang akan jatuh pada hari Minggu (24/5/2020) mendatang masyarakat Jawa Timur diharapkan salat Idul Fitri tidak di masjid sebagaimana dianjurkan oleh Wakil Presiden RI dan juga dari MUI serta Kemenag.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bagi yang terdampak covid-19 seperti Jatim yang sudah masuk zona merah maka diharapkan untuk salat di rumah masing-masing.

“Daerah yang terdampak covid-19 yang sudah ada warganya yang terkonfirmasi positif maka diharapkan salat Idul Fitri di rumah masing-masing, dan kita siapkan format khutbah di web Pemprov,” katanya.

Dalam website tersebut, terdapat format khutbah Idul Fitri dan kaifiah salat Idul Fitri dan bagaimana prosesnya dari awal hingga. Mulai dari bagaimanana proses persiapan solat Idul Fitri dan bagaimana prosesnya.” “Dengan begini kami berharap agar seluruh masyarakat tidak kehilangan khidmadnya merayakan 1 Syawal,” lanjut Khofifah.

Saat ini silaturahmi secara langsung dari rumah ke rumah menjadi hal yang sangat berisiko di tengah pandemic covid-19. “Kami mengimbau dengan sangat agar warga untuk tidak melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah. Karena saat ini persentase orang tanpa gejala (OTG) di Jatim kian meningkat, mencapai 34%,” terangnya.

Pertumbuhan kasus orang terinfeksi covid-19 masih terus meningkat dan harus diantisipasi oleh seluruh pihak. Oleh sebab itu dalam merayakan 1 Syawal kali ini silaturahmi dilakukan secara online. (q cox, tama dinie)

Reply