Komisi A DPRD Surabaya Sorot Hasil Asesmen ASN dan Rekrutmen Tenaga OS di Lingkup Pemkot

SURABAYA (Sarapubliknews) – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Camelia Habibah menyayangkan, hasil asesmen yang digunakan sebagai dasar penempatan pejabat baru dilingkungan Pemkot Surabaya, tidak di sampaikan ke publik terutama Komisi A.

“Kami minta hasil asesmen itu diberikan, sehingga kami bisa mengukur, bisa melihat. Karena ini merupakan upaya untuk mempertanggungjawabkan ke publik karena anggaran yang digunakan adalah anggaran publik,” jelasnya pada Rabu (12/01/2022).

Politisi PKB tersebut menambahkan, kalau hasil asesmen tersebut disampaikan terbuka oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Surabaya, pihaknya bisa melakukan fungsi kontrol, dan memberikan masukan, sehingga kerja pejabat baru nantinya lebih maksimal melayani OPD yang ada.

Camelia Habibah mengkhawatirkan, dengan tidak terbukanya hasil asesmen pejabat baru dilingkungan pemkot Surabaya tersebut membuat kerja OPD tidak efektif.

“Misalnya di kelurahan dan kecamatan, misinya wali kota itu ingin semua persoalan selesai ditingkat bawah (kelurahan dan kecamatan). Sehingga masyarakat tidak jauh-jauh harus ke dinas atau ke pemkot,” ungkapnya

“Ketika yang ditempatkan tidak sesuai dengan asesment atau kemampuan mereka. Justru nanti menghambat, sehingga tidak malah membantu mengoptimalkan tugas ditempat yang baru,” imbuhnya.

Namun, Camelia Habibah menggaris bawahi kalau penempatan pejabat baru, merupakan hak prerogatif wali kota Surabaya.

“Semua itu kebijakan kepala daerah. Cuma kita Komisi A sebagai fungsi kontrol, fungsi budgeting bisa memberikan masukan. Sangat disayangkan ketika hasil asesmen pemkot tidak diberikan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Camelia Habibah juga menyoroti soal rekrutmen tenaga out sourching (OS) di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Harusnya rekrutment itu satu pintu di BKD. Kemudian masing-masing dinas menyampaikan ke BKD kebutuhannya, sehingga out sourching yang ada itu tepat guna dan tepat sasaran. Bukan seperti sekarang lamaran ke Bagian Umum pakai MBR. Banyak yang bukan MBR tapi punya kemampuan tidak bisa masuk,” pungkasnya. (q cox)

Reply