SURABAYA (Suarapubliknews) ~ Tim ABU Robocon Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengharumkan nama Indonesia setelah mempertahankan gelar juara pertama Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026. Tidak hanya meraih gelar juara, tim Richie ITS juga menyabet penghargaan Best Design dan akan mewakili Indonesia pada ajang ABU Robocon 2026 di Hong Kong pada Agustus mendatang.
Pada babak final yang berlangsung di Universitas Jember (Unej), robot Richie berhasil mengalahkan Tim Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan selisih skor 140. Sebelumnya, tim ITS juga menyingkirkan tuan rumah Unej pada babak semifinal untuk memastikan langkah ke partai puncak.
Keberhasilan tersebut ditopang oleh sejumlah inovasi yang dikembangkan tim, mulai dari sistem komunikasi antarrobot, algoritma berbasis artificial intelligence (AI), hingga desain mekanik yang dirancang agar kedua robot mampu bekerja secara sinkron.
Ketua Tim Richie ITS Muhammad Najmi Ihsan menjelaskan seluruh sistem dirancang agar dua robot dapat saling berkoordinasi secara presisi selama menyelesaikan setiap tahapan misi. “Seluruh sistem kami kembangkan untuk memastikan kedua robot dapat berkoordinasi secara presisi dalam setiap tahapan misi,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang menjadi pembeda adalah sistem komunikasi antarrobot berbasis deteksi cahaya. Pada mekanisme tersebut, Robot 1 bernama Triceratops memancarkan sinyal cahaya ketika proses weapon assembly, kemudian Robot 2 Rex menangkap sinyal tersebut menggunakan sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk menyelaraskan pergerakan.
Menurut Najmi, metode tersebut memungkinkan kedua robot tetap berkomunikasi tanpa menggunakan jaringan nirkabel yang dilarang dalam peraturan kompetisi. Selain itu, tim juga membekali robot dengan algoritma AI path planning dan backtracking yang memungkinkan robot mengevaluasi ulang strategi ketika menghadapi kondisi yang berbeda dari skenario awal. Dengan kemampuan tersebut, robot dapat menyesuaikan pergerakan secara otomatis sehingga peluang menyelesaikan misi tetap terjaga.
Keunggulan lainnya juga terlihat pada rancangan mekanik kedua robot. Robot Rex menggunakan mekanisme three-axis arm, sedangkan Triceratops mengadopsi sistem menyerupai forklift untuk mengangkat Kung Fu Scroll. Desain tersebut disesuaikan dengan pembagian tugas masing-masing robot sehingga mampu bekerja saling melengkapi selama pertandingan.
Dosen pembimbing Tim ABU Robocon ITS Muhammad Lukman Hakim, S.T., M.T. mengatakan penghargaan Best Design menjadi bukti bahwa inovasi mekanik yang dikembangkan tim mampu mendukung performa robot sepanjang kompetisi. “Alhamdulillah, setiap pertandingan grafik performa tim terus meningkat,” tuturnya.
Menurut Lukman, keberhasilan tim tidak hanya ditentukan oleh desain mekanik, tetapi juga integrasi antara sistem elektronika, pemrograman, serta strategi permainan yang adaptif terhadap dinamika pertandingan.
Keberhasilan mempertahankan gelar juara nasional selama dua tahun berturut-turut sekaligus mengantarkan Tim Richie ITS kembali membawa nama Indonesia ke panggung ABU Robocon 2026 di Hong Kong. Prestasi tersebut menjadi bukti konsistensi ITS dalam mengembangkan riset dan inovasi robotika yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkuat daya saing teknologi Indonesia di kawasan Asia Pasifik. (feb, tama dini)












