RS Lapangan Indrapura Terima Pasien Jemput COVID-19 Hunter Untuk Hindari Kluster Keluarga

SURABAYA (Suarapubliknews) – Angka Kesembuhan di RS Lapangan Indrapura terus bertambah secara signifikan tiap harinya. Per Hari ini  Jum’at (25/9), RS Lapangan Indrapura telah berhasil mengantarkan  kesembuhan 2.070  pasien COVID-19 dan alhamdulillah nol kematian.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakna kiat utama dari keberhasilan adalah karantina terpusat yang dilakukan oleh RS Lapangan Indrapura. Hal ini menjadi cara yang paling efektif untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Jawa Timur.

“Alhamdulillah, RS Lapangan Indrapura telah menyembuhkan 2.070 pasien dengan nol kematian. Ini merupakan salah satu prestasi yang luar biasa. Oleh karena itu kami semua menyampaikan terimakasih kepada para tenaga kesehatan baik dokter maupun.perawat, para relawan serta semua pihak yang telah bekerja secara profesional  tidak kenal lelah, khususnya Pangkogabwilhan II yang mengomandani RSDL ini,” katanya.

Selain metode isolasi atau  karantina terpusat, Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa metode perawatan yang tepat menjadi aspek pendukung akan tingginya angka kesembuhan di RSDL. Setiap pasien di support penuh dengan makanan yang bergizi tinggi, rutin berjemur, senam dan beraktivitas bersama, bahkan hingga bisa ngopi bersama.

Hal ini, tak lain juga sebagai upaya untuk meningkatkan rasa nyaman dan bahagia ini, guna meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan pasien. “Selain itu, untuk mencegah happy hypoxia, monitoring oksigen juga dilakukan secara ketat 3-4 kali sehari. Jadi diharapkan bisa mencegah terjadinya perburukan akibat COVID-19. Alhamdullah  saat ini kematiannya nol persen,” imbuh Gubernur perempuan pertama Jatim ini.

Terkait  munculnya kluster  keluarga, Forkopimda Jawa Timur mengambil langkah pro aktif untuk menjemput pasien jika terkonfirmasi positif tetapi isolasi mandiri dengan fasilitas yang kurang mendukung misalnya terkait sanitasi dan ventilasi serta gizi yang kurang memadai.

Terkait anjuran agar tidak  isolasi mandiri, Gubernur Khofifah menambahkan, isolasi mandiri tidak disarankan apabila rumah tidak memenuhi syarat,  misalnya jika fasilitas sanitasi dan  ventilasi kurang support , tidak ada ruangan pribadi untuk isolasi, maupun ketika pasien memiliki komorbid yang butuh di monitor ketat.

“Kami telah menyiapkan RS Lapangan Indrapura di Surabaya. Saat ini dalam komando Pangkogabwilhan II. Dan saat ini di Kota Malang, kita sedang menyiapkan  isolasi atau  karantina terpusat di Poltekes Malang  dengan kapasitas 306 bed,” tutur orang nomor satu Jatim ini.

Oleh sebab itu guna meminimalkan isolasi mandiri di rumah yang kurang mendukung, Pemprov bersama jajaran Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya  melakukan  penjemputan pasien terkonfirmasi positif yang menjalani isolasi mandiri tetapi fasilitasnya tidak memenuhi syarat.

Pejemputan pasien ini tak lain, mengacu pada fakta bahwa hingga 24 September 2020, terdapat 1.660 orang pasien COVID-19 yang masih menjalani isolasi mandiri di Jawa Timur serta pengendalian atas  munculnya kluster keluarga.

“Saat ini, kami bersama tim  Polda Jatim  dan Kodam V Brawijaya akan jemput bola yang dilaksanakan  tim COVID-19 Hunter. Jika ada pasien yang merasa rumahnya kurang memenuhi syarat  untuk isolasi mandiri, maka tim covid-19 hunter siap menjemput dan akan di carikan tempat isolasi atau  karantina yang sesuai. Termasuk berbagai rumah sakit rujukan di daerah. Hal ini untuk menghindari meluasnya kluster keluarga,” imbuhnya kembali.

Melalui pola jemput bola ini, Gubernur Khofifah berharap bisa memudahkan pasien mengakses berbagai layanan COVID-19 guna mendapatkan perawatan terbaik. Dan semua layanan diperoleh secara gratis jika dilaksanakan di fasilitas kesehatan milik  pemerintah. (q cox, tama dinie)

Reply