Gubernur Khofifah Gagas Akses Perbankan Bagi Millenial

SURABAYA (Suarapubliknews) – Di tengah pandemi Covid-19,  tidak menyurutkan kinerja Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas dgenerasi milenial Jatim. Kali ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berkesempatan membuka Virtual Expo SMA Double Track.

Virtual Expo SMA Double Track ini sendiri, memamerkan  hasil karya para siswa dari Jatim yang sudah melalui proses asuhan dan asahan Tim ITS  melalui program SMA Double Track. Meskipun diselenggarakan secara virtual, nilai dari pertemuan dan format seperti ini tidak mengurangi makna dan semangat para siswa dalam memamerkan karyanya hasil dari proses selama ini.

“Format sepert ini efektif di saat pandemi, dan ini merupakan  bagian dari ikhtiar kita. Format semacam ini sudah dilakukan beberapa waktu lalu seperti Festival Ekonomi Syariah dan Jatim Fair. Format secara virtual disajikan secara tri dimension dan four dimension, sehingga pengunjung platform bisa mengetahui segala produk sangat jelas, ” katanya.

Dengan dipamerkannya hasil karya para siswa SMA Double Track, Gubernur Khofifah berharap  agar para generasi millenial untuk dibangunkan akses permodalan. Pihaknya, juga sudah berkomunikasi dengan Kadispendik Jatim untuk merealisasikannya.

Tujuan adanya akses permodalan ini sangat baik, yaitu agar generasi millenial bisa mengembangkan hasil karya untuk cakupan lebih luas. Akses permodalan ini bisa melalui berbagai lembaga misalnya dengan Bank Jatim atau Bank UMKM Jatim.

“Dua opsi tersebut memungkinkan karena kita bisa melakukan konektifitas agar para anak dengan ide dan kreatifitas yang brilian bisa mendapatkan support dari pemerintah,” terang Khofifah.

Adapun alternatif lain, yaitu dengan merangkul corporate Social responsibility (CSR).  Misal kesulitan juga, ada alternatif lainnya yaitu seperti dana murah, program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan Dagulir. Oleh sebab itu, Khofifah meminta kepada Kadispendik Jatim agar terlebih dahulu membangun akses dengan Bank Jatim dan Bank UMKM Jatim.

“Apabila sudah ada akses misal anak anak bisa secara sendiri atau berkelompok  untuk mengakses permodalan secara kredit. Insyallah apabila ada upaya kita juga bisa mendapatkan CSR,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Mantan Mensos RI ini menyampaikan siswa yang sudah mengikuti program SMA Double Track diminta agar  membentuk kelompok atau ruang diskusi. Jadi, semisal ada masalah tentang pengembangan ide atau usaha bisa saling memberikan semangat dan mencari jalan keluar bersama.

“Forum discussion group (FDG) semacam ini juga penting, karena setiap personal akan memiliki  dinamika pasar yang berbeda-beda. Dengan FDG akan menciptakan solusi bersama untuk maju. Dengan mencari dan membangun pikiran secara bersama sama adalah salah satu solusi menyelesaikan masalah, ” ucapnya.

Gubernur Khofifah juga mengingatkan bahwa Jatim memiliki program Millenial Job Center (MJC). MJC adalah program Pemprov Jatim yang bertujuan membangun format Gig Ekonomi di Jatim. Didalam MJC  berkumpul banyak talent dan  anak muda.

Bagi millenial yang bergabung akan mendapatkan mentor dari banyak pelaku e-commerce. Para talent akan ditemukan dengan klien (perusahaan) untuk magang kerja dan tentunya mendapatkan sertifikasi. (q cox, tama dinie)

Reply